AKU pernah INGIN JADI SPIDER MAN!

Hari ini saya tidak nulis artikel,
tapi saya mau berbagi cerita! :-)

Waktu umur saya 23 tahun, saya pernah
loncat dari atap rumah lantai dua!

Saya terinsipirasi setelah nonton film
'Spider Man', yang bisa loncat dari
satu gedung ke gedung lainnya... saya
pikir wah asyik sekali kalau saya bisa
seperti itu! ;-)

Ntah apa yang ada dalam pikiran saya,
tapi saya terobsesi waktu itu ingin
bisa melayang seperti Spider Man!
Bodoh nian memang! lol..

Lalu apa yang saya lakukan waktu itu?
Saya ikat seutas tali pada sebuah pohon
mangga yang tinggi, dan lalu saya tarik
ke atap rumah lantai dua, dan
meloncatlah saya dari sana!

Beberapa detik sih saya sempat melayang
di udara, dan rasanya, uh..nikmaaat sekali.
Tapi tidak lama kemudian...

Dubrakk..!

Saya nabrak pohon mangga, Aw! :-(

Sebenarnya, saya berniat melayang
ke kiri, tapi nggak tahu kenapa kok
melayangnya jadi ke kanan?!

Spider Man salah perhitungan! Bodo
matematika!

Alhasil...kaki kananku patah, dan
jangan ditanya rasanya seperti apa...
manizzzz pokoknya! Apalagi ditambah
dimarahin sama Mama. weks!

Untuk mengurangi rasa sakit, meski
tidak nyambung, saya pun marah-marah
sama pohon mangga...

"Dasar, pohon mangga durjana! Kenapa
kamu tumbuh di sana?? Jadi aja aku
nabrak kamu...!! huh!!"

Keponakanku yang kecil bertanya-tanya
"Nenek, kenapa tante Hira marah-marah
sama pohon mangga?"

Mamaku dengan sangat kalem menjawab
"Karena Tante-mu bodoh". lol .. ok,
kuakui itu Mam...! :-p

Tidak lama kemudian saya langsung
dibawa ke Rumah Sakit, dan setelah itu
2 minggu saya tidak bisa berjalan. :-(

Tiap bangun tidur, saya pasti menangis.
Karena posisi tidurnya saya nggak
karuan kayaknya, jadi aja kakiku tambah
nud..nud.. nud.. gitu!

Udah nud..nud.. nud... eeh.. aku sering
diolok-olok lagi sama adik ku...

Kalo aku lewat & pake tongkat, dia suka
bilang "Psst.. ada Spiderman cacat lewat"
ato kalau aku lagi nangis, dia dari kamar
sebelah teriak "Masa, Spiderman nangis?!!"

Whoaaa!! Kalo kaki ku tak sakit, dah ku
cundil dia!!

Plus, belum lagi Mama ku yang
terus-terusan mengomeliku...

"Kamu ini udah dewasa, seharusnya bisa
jadi contoh yang baik, ini kok malah
loncat seperti mau bunuh diri!? Apa yang
akan kamu ceritakan nanti kalau kamu
punya suami (waktu itu saya belum
menikah) dan satu saat kamu punya
anak?"

Hmm... kalo saya nanti punya anak,
ngomongnya apa ya?! Kayaknya saya 'mo
jujur saja sama mereka!

"Nak..nak... dulu Mama pingin jadi
Spider Man, tapi nggak jadi, gara-gara
nabrak pohon mangga!" :-o

Dan kalau satu saat suamiku tahu
ternyata istrinya ingin jadi Spiderman,
palingan aku tinggal bilang...

"Suamiku, kalau aku jadi SpiderMan,
maukah kau jadi Batman?"

*Dubrakk! (Palingan dia pingsan!) hay..hay.

Anyway, KAMU mau tahu kenapa saya
ceritakan semua ini?

Alih-alih belum lama ini saya tdk
sengaja ketemu dengan dokter yang
merawat kakiku waktu itu. Dan saya
kaget, dia masih ingat kejadian itu!!

Beliau bilang... "Aah! Saya tahu,
si kamu yg loncat dari lantai 2 yg
kepingin jadi Spiderman itu ya?!"

aaah... dokter.. jangan bilang gitu
dunk.. saya jadi pingin malu neh...!
Aku sekarang udah jadi wanita dewasa!
Sumpah! ^_^

Tapi kemudian saya berpikir, hmmm....
bagaimana pun itu memang sejarahku!
So, ok deh! Biarin semua orang tahu...

AKU pernah INGIN JADI SPIDER MAN!

Tak peduli aku sekarang jadi CEO, tapi
aku memang pernah melakukan banyak hal
konyol dalam hidupku! Dan di atas
adalah salah satunya! ^_^

Afterall, saya punya motto hidup:

"Kekayaanku yang sejati adalah apa
adanya aku, bukan apa yang kumiliki"


Jadi saya tidak merasa konyol nian
sendirian! ^_^

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!

Banyak orang yang suka mengeluh dalam
hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan
nasib buruk yang menimpanya.

Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan
kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?

Ada pepatah bijak mengatakan :

"You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing
direction"

Kita tidak akan pernah bisa merubah
arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.

Dengan kata lain...

'Realita' kehidupan tidak akan berubah
kecuali kita sendirilah yang mengubah
'sudut pandang' terhadap realita yang ada!

Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
yang menentukan pilihan tersebut!"

Kebanyakan orang akan tertarik sejenak
ketika diingatkan akan hal di atas, tapi
kemudian berlalu kembali.... Sementara
waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak
pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan.

Seringkali orang tidak berani melakukan
perubahan dalam hidupnya. Dia hanya
menunggu, dan menunggu adanya
perubahan tersebut.

Menunggu bantuan orang lain, menunggu
bantuan teman untuk mendapatkan
pekerjaan yang enak, sampai menunggu
warisan ;-)

Sekarang logikanya, jika memang hanya
dengan menunggu perubahan itu akan
datang, maka jumlah orang sukses
seharusnya jauh lebih banyak.

Bukankah kenyatannya tidak demikian?

Lalu, jika ingin sukses, apa yang
seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan!

Jangan selalu menunggu orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:

1. Do your best, whatever happens
will be for the best!

Lakukan dan selesaikan semua tugas
dan pekerjaan semaksimal mungkin,
bukan hanya terus menunggu dan
berharap.

Lakukan semuanya dengan tujuan
untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
yang bisa kamu capai!

2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.

Dengan banyak mengenal orang,
maka pengetahuan kita akan semakin
bertambah.

Seseorang yang kelihatannya sederhana
bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
yang tidak kita duga!

Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika
kita menjadikan 'setiap orang adalah guru'
dan kehidupan ini adalah universitasnya.

3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.

Sikap ini sangat diperlukan jika ingin
mendapatkan kesempatan yang lebih
luas dan cepat dalam berbagai macam hal!

4. Bersikaplah Fleksibel.

Cobalah untuk memahami suatu hal
dari berbagai sudut pandang. Jangan
terpaku pada satu cara, yang bisa jadi
tidak lagi relevan kita gunakan.

Dengan bersikap fleksibel, wawasan
kita akan semakin bertambah.

Satu hal penting yang harus selalu diingat:
Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,
bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,
maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.
Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan
kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...

Bukankah kamu tidak berharap demikian?
Jika memang tidak, tentukan perubahan...
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^

Kritik Anda adalah Kue Anda

"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan."
-- Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan
Halle Berry, artis peraih Oscar melalui
film James Bond 'Die Another Day' di
tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie
Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang
diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk
ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.

Ia adalah orang yang pertama kali
langsung datang ke tempat pemberian
penghargaan tersebut.

Tidak ada Aktor dan Artis lain
sebelumnya yang sanggup datang dan
hanya menyampaikan pesannya melalui
video.

Sambutannya sungguh menarik : "Saya
menerima penghargaan ini dengan tulus.
Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di
film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu
tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai
bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya,
sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi
kamu? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga,
atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia
menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk...

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,
sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka
akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan
jika kita berlaku dan tampil sempurna,
memuaskan semua orang dan mendapatkan
pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa
kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala
keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka
mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau kamu suka sepak bola, pasti
sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya.

Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding
dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)

Belum lagi para pakar dan pengamat
politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik,
seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah...
seandainya kamu mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa
yang harus kamu lakukan?

Jawabannya adalah...

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya
kue kegemaran kita!

Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)

Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.

Berikut tips untuk kamu saat menghadapi
kritik:

1. Ubah Paradigma kamu Terhadap Kritik

kamu, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.

Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.

Bayangkan jika kamu harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
kamu! LoL. :-)

Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. kamu bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri kamu. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada kamu. Tokh kamu tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
kamu.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. kamu
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.

Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan kamu kelak.

Jangan pernah kamu balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian kamu untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue kamu.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.

So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)

CERITA ISENG

Udah beberapa orang temen gw bilang…
Yo, klo loe Pedekate ama cewek,
jangan pernah di sms lo bilang “lagi ngapain?”
basi banget tau gak….
ternyata setelah gw uji dengan Rancangan acak Faktorial, dengan menggunakan uji lanjutan BNT 5% (halah)
emang bener kata temen gw…
udah beberapa orang cewek yang jadi korban keracunan sms ” lagi ngapain “,
tapi dibalik itu semua positifnya adalah, gw menambah penghasilan dokter dan perawat , dengan cara meramaikan pasien rumah sakit huehehehe (bohong ding!!!!!)
So eniwei,
karena kata kata lg ngapain itu terbukti basi abis n gak banget buat Pedekate,
Saran gw, ke loe loe pade yang mo pedekate…
nih daftar pertanyaan yang bisa ditanyakan kepada cewek loe….
1. Hai, abis boker pagi ini mau kemana?
2. Wuih, loe tadi ngupil yah, ntar malem jalan yuks!!!!
3. Ntar siang pulang kemana, gw nebeng yah!!!!
Nah, dengan begitu, gw yakin seyakin yakinnya,
doi bakal nyesel pernah kenal loe…
huehehehehe…
yah tapi untungnya (berhubung kita orang Indonesia, biar sial kek mana, tetap aja untung) kita bisa mengurangi jumlah korban keracunan sms basi…
hehehehe……
daripada negara kita dinobatkan jadi endemis penyakit smsitis.
Selamat mencoba(loe aja kali, gw enggak)!!!!!!!
This story is Dedicated For my friend and All the girl I ever sms “lg ngapain?”

MENEMUKAN CINTA..............

Cinta itu seperti seseorang yg mengggu Bis/bus di sbh terminal/tmpt brntinya kendaraan trsbt.
Sebuah bis/bus dtg, & kmu bilang, “Wah...terlalu sumpek & panas, ga bisa duduk nymn nih! Aku tnggu bis/bus brikutnya sja.”
Kemudian, bis/bus briktnya dtg. Kamu mlhtnya dan brkta, “Aduh bis/busnya krg asik nih & kok ga cakep begini...nggak mau ah, ap kt org nanti...”
Terus Bis/bus yang ke 3 muncul. Bgtu mlhtnya kmu langsung bilang, “Wah ini dia yg sya cri, ud Full Ac, Keren, pokoknya top bngt deh...” Kmu lngsung menaikinya tnpa ragu2. Tpi tiba2 di tngh jalan bis/bus itu mogok karena ad kersakn mesin dan itu parah bangt rusaknya soalnya mesinya ud jelek...., trpksa dech kmu hrs turun dan meningglkn bis/bus itu dgn bert hati...
Bis/bus slnjtnya dtg, cool & kmu brminat, tpi ia seakan2 tdk mlhtmu dan mlwtimu bgtu saja karna bis/busnya ud sgt penuh..
Bis/bus ke 5 brhenti pas di dpn kmu. Bis/bus itu ksong, cukup bagus, tpi kmu bilng, “Nggak ad Ac nih, sya bisa kpnasan.” Maka kmu membiarkn bis/bus ke 4 pergi......
Waktu terus brlalu, kmu mulai sdr bhwa kmu bisa trlmbt prgi ke tmpt tujuan kmu.
Ketika bis ke 6 dtg, kmu langsung mlmpat masuk ke dlmnya. Setlah bbrpa lma, kmu akhirnya sadar kalau kmu slh menaiki bis/bus. Bis/bus trsbt jurusnnya bkn yg kmu tuju! & kmu bru sdr tlh menyiakn2 wktumu sekian lma.
Moral dan crita ini sring kali seseorng mnggu org yg bnr2 IDEAL utk mnjdi psngn hidupnya. Padahal tdk ada org yg 100%, mmnhi keidealan kita. & kmu sekali2 tdk akn prnh bisa mnjdi 100% sesuai keinginan dia.
Cerita ini jga berarti, kalau kmu bnr2 mnmukan bis/bus yg kosong, kmu sukai & bisa kmu percayai, & tentunya sejurusan dng tujuanmu, kmu dpt brsaha sebisamu utk menghentikn bis/bus trsbt di dpnmu.
Untuk dia membri ksmptn kmu masuk ke dlmnya. Karena mnmukan yg sprti itu adlh suatu anugerah yg sgt brhrga & sgt berarti. Jdi Bis/bus sprti apa yg kmu tunggu??? Semuanya bergntung pd keputusnmu. Dri pd hrs jln kaki sendiri mnju tmpt tujuan kita yg sgt jauh, dlm arti mnjlani hidup ini tnpa kehadirn seorng kekasih.......!!!

KEAJAIBAN DUNIA

Suatu hari seorang guru, Geografi mmbrikn tugs kpd para muridx utk mendftr ap sja yg mrka anggap sbgai keajaiban dnia. Para murid2 itu sibuk bergmn, tertwa, & berpkir smbil mmbayangkan smua hal yg hbt. Meskipun trdpat bbrpa perbedaan, nmun mayorits dftr trsbut berisi:

1. Piramida besar di Mesir.
2. Taj. Mahal di India
3. Grand canyon
4. Tembok Cina
5. Candi borobudur
6. Panama Canal
7. Empire State Building

Saat pra murid mulai mngumplkn tugas, guru trsbt mmprhtikan seorng murid yg blm mngmpulkn tgsx. Guru trsbt bertnya kpda murid trsbt. Apkh ia memiliki ksulitan dgn tugsnya. Murid trsbt mnjwb, “Ya......,sya bingung memilih krna trlau bnyk pilihn. “Guru trsbt brkta, “baik, ktkn pd sya ap yg kmu tulis. Mungkin sya dpt mmbntu memilih.” Murid trsbt smpt mrsa ragu, nmun ia mulai mmbca. Mnrt sya, 7 Keajaiban dunia adlh.....DAPAT BERSYUKUR, DAPAT MERASAKAN, DAPAT TERTAWA, DAPAT MENDENGAR....” Murid trsbt brhrnti sejnak, lalu mlnjutkan, DAPAT BERBAGI, DAPAT MENCINTAI, DAN DAPAT DICINTAI.” Tiba2 ruang kelas trsbt mndadak sunyi.

Betpa mudhnya bgi kita mlht eksploitasi manusia dan mnybtnya sebagai “keajaiban”, sedngkan kita mlihat dan menganggapsemua yg tlah Tuhan perbuat bgi kita sbgai hal “biasa”.
Bersyukurlah atas sgla hal yg tlh kita terima hingga kini karena itulah yang sebenarnya merupkn suatu “keajaiban”.

KEAJAIBAN DUNIA

Suatu hari seorang guru, Geografi mmbrikn tugs kpd para muridx utk mendftr ap sja yg mrka anggap sbgai keajaiban dnia. Para murid2 itu sibuk bergmn, tertwa, & berpkir smbil mmbayangkan smua hal yg hbt. Meskipun trdpat bbrpa perbedaan, nmun mayorits dftr trsbut berisi:

1. Piramida besar di Mesir.
2. Taj. Mahal di India
3. Grand canyon
4. Tembok Cina
5. Candi borobudur
6. Panama Canal
7. Empire State Building

Saat pra murid mulai mngumplkn tugas, guru trsbt mmprhtikan seorng murid yg blm mngmpulkn tgsx. Guru trsbt bertnya kpda murid trsbt. Apkh ia memiliki ksulitan dgn tugsnya. Murid trsbt mnjwb, “Ya......,sya bingung memilih krna trlau bnyk pilihn. “Guru trsbt brkta, “baik, ktkn pd sya ap yg kmu tulis. Mungkin sya dpt mmbntu memilih.” Murid trsbt smpt mrsa ragu, nmun ia mulai mmbca. Mnrt sya, 7 Keajaiban dunia adlh.....DAPAT BERSYUKUR, DAPAT MERASAKAN, DAPAT TERTAWA, DAPAT MENDENGAR....” Murid trsbt brhrnti sejnak, lalu mlnjutkan, DAPAT BERBAGI, DAPAT MENCINTAI, DAN DAPAT DICINTAI.” Tiba2 ruang kelas trsbt mndadak sunyi.

Betpa mudhnya bgi kita mlht eksploitasi manusia dan mnybtnya sebagai “keajaiban”, sedngkan kita mlihat dan menganggapsemua yg tlah Tuhan perbuat bgi kita sbgai hal “biasa”.
Bersyukurlah atas sgla hal yg tlh kita terima hingga kini karena itulah yang sebenarnya merupkn suatu “keajaiban”.

Masihkah ada kasih dihatimu?

Alkisah di suatu pulau kcil, tinggalah berbagai mcam bnda2 abstrak: ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN & sebagainya. Mrka hdup berdampingan dngn baik. Nmn suatu ketika, dtng bdai menghempas pulau itu. Semua penghunipulau cepat2 berusaha menyelamatkan diri.
CINTA sangat kebingungan sebab ia tdk dapat berenang & tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mncba mncri pertlongn. Sementara itu air mkin naik membsahi kaki CINTA. Tak lam CINTA mlht KEKAYAAN sdg mngayuh prhu. "KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aq!" triak CINTA. "aduh! Maaf CINTA!" kata KEKAYAAN, "perahuku tlh pnuh dgn hrta bnda q. Aku tk dpt mmbwamu srta nnti prhu ini tngglm. Lagi pula tk ad tmpt lgi bgimu di prhuq ini. Lalu KEKAYAAN cpt2 mngyuh prhux prgi. CINTA sdih skli, nmun kemudiaan di lihtx KEGEMBIRAAN lwt dgn perhnya. "KEGEMBIRAAN! Tolong aq!", teriak CINTA. Namun KEGEMBIRAAN terllu gmbira krn ia mnmukn prhu shngga a tak mndngr teriakn CINTA. Air makin tnggi mmbashi CINTA smpai ke pinggang & CINTA smkin pnik.
Tak lama kmdian lwtlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN! Bawalah aq bersmamu!”, teriak CINTA. “Wah, CINTA, kmu bash & ktr. Aq tk bisa membwamu ikt . Nanti kmu mengotori prhuku yg indah ini.” sahut KECANTIKAN. CINTA sedih sekali mndngrnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lwtlh KESEDIHAN. “Oh KESEDIHAN, bawlah aq bersmamu,” kta CINTA. “Maaf CINTA. Aq sdg sedih & aq ingin sendirian saja...” kata KESEDIHAN smbil terus mngayuh prhunya. CINTA putus asa. Ia mrskan air mkin naik & akn meneggelmknnya. Pd saat2 kritis itulah tiba2 CINTA mndngr suara, “CINTA! Mari cpt naik ke prhuku!” CINTA menoleh ke arh suara itu & mlht seorng tua dgn perhunya. Cpt2 CINTA naik ke prhu itu, tpt sblm air menenggelamknnya. Di pulau trdkt, org tua itu mnurnkn CINTA & sgra prgi lgi.
Pada saat itu brlah CINTA sdr bhw ia sma sekali tdk mngethui siapa org tua yg menyelmtknnya itu. CINTA sgra menanykn kpa seorng pnduduk tua di pulau itu, siapa sbnrnya org tua itu. “Oh, org tua tdi? Dia adlh WAKTU. “ kta org itu. Tpi mngapa ia mnyelamtknku? Aku tak menglnya. Bahkn tmn2 yg mngnlku pun enggn menolongku” tnya CINTA heran. “Sebab, “ kta org itu, “hnya WAKTU lah yg tahu brpa nilai sesungguhnya dri CINTA itu............”

“........Marilah kita mengasihi bkn dgn prkataan atau dgn lida, ttpi dgn perbuatan & dlm kebenaran.”

Sempatkan Untuk Mendengar!

Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.

Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Daniel dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :

1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita

2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang
menarik. Hal ini bisa membuat
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.

5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.

6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif, dan merupakan salah satu
tangga anda untuk mencapai kesuksesan! :-)

Minggu depan saya akan mengirimkan
artikel tentang "Tips Bagaimana
Menciptakan Perubahan"

Dimana Letak Bahagia Anda?

"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia"
-- Robert G. Ingersoll

apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan anda
sesungguhnya? Apakah pada moleknya
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan
harta?

....atau barangkali punya mobil mewah &
tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah anda dapatkan,
apakah anda bisa memastikan bahwa
anda *akan* bahagia?

Hari ini saya akan mengajak anda untuk
melihat, kalau limpahan harta tidak
selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki
nasib kurang menyenangkan di akhir
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner
berkumpul di Hotel Edge Water Beach
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu,
mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25
tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :

=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,
perusahaan besi baja ternama waktu itu.

Dia mengalami kebangkrutan total,
hingga harus berhutang untuk membiayai
5 tahun hidupnya sebelum meninggal.

=> Richard Whitney, President New York
Stock Exchange. Pria ini harus
menghabiskan sisa hidupnya dipenjara
Sing Sing.

=> Jesse Livermore (raja saham "The
Great Bear" di Wall Street), Ivar
Krueger (CEO perusahaan hak cipta),
Leon Fraser (Chairman of Bank of
International Settlement), ketiganya
memilih mati bunuh diri.

=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas
terbesar di Amerika Utara. Hupson
sakit jiwa dan meninggal di rumah
sakit jiwa.

=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung
terbesar di dunia, meninggal di
negeri orang lain.

=> Albert Fall, anggota kabinet
presiden Amerika Serikat, meninggal
di rumahnya ketika baru saja keluar
dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa
kekayaan yang melimpah bukan jaminan
akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang
begitu didambakan bagi semua orang.

Hampir segala tujuan muaranya ada pada
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa
merasakan *hidup* jika sudah menemukan
kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bisa
mencari kebahagiaan?

Apakah di pusat pertokoan? Salon
kecantikan yg mahal? Restoran mewah?
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu
dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.

Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...

Hari ini saya akan berbagi tips
bagaimana kita sesungguhnya bisa
mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa Daniel
lakukan:

1. Mulailah Berbagi!

Ciptakan suasana bahagia dengan cara
berbagi dengan orang lain. Dengan cara
berbagi akan menjadikan hidup kita
terasa lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci,
bebaskan pikiran dari segala
kekhawatiran.

Menyimpan rasa benci, marah atau dengki
hanya akan membuat hati merasa tidak
nyaman dan tersiksa.

3. Murahlah dalam memaafkan!

Jika ada orang yang menyakiti, jangan
balik memaki-maki. Mendingan berteriak
"Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".

Dengan memiliki sikap demikian, hati
kita akan menjadi lebih tenang, dan
amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)

4. Lakukan sesuatu yang bermakna.

Hidup di dunia ini hanya sementara.
Lebih baik Daniel gunakan setiap waktu
dan kesempatan yang ada untuk melakukan
hal-hal yang bermakna, untuk diri
sendiri, keluarga, dan orang lain.

Dengan cara seperti ini maka
kebahagiaan Daniel akan bertambah dan
terus bertambah.

5. Dan yang terakhir, Daniel jangan
terlalu banyak berharap pada orang
lain, nanti Daniel akan kecewa!

Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung
jawab masing-masing, bukan tanggung
jawab teman, keluarga, kekasih, atau
orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya
kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.

Karena Dia-lah yang menciptakan kita,
dan Dia-lah yang menciptakan segala
'rasa', termasuk rasa bahagia yang
selalu anda inginkan. ^_^'

Sampai bertemu minggu depan! :-)

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah anda termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Daniel pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu anda ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat anda sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
anda. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
impian anda dan belum sempat dilakukan. anda bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

Percaya, cara ini akan menyadarkan anda akan
sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
keinginan yang ingin anda wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
'keinginan gila' saat anda masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?

Saat itu anda akan sadar, ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
*utama* dan yang pertama yang harus anda lakukan...
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri anda.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
keberadaan anda di dunia.

Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan anda mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan anda terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat anda putus asa.

Kalau anda mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita. Salah satunya ada saya :-)

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa anda
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika anda mau terbuka, dalam kesendirian anda bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian anda bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Daniel miliki.

Dalam kesendirian pula anda bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali anda temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada anda.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini anda sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
anda harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan anda dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

LINK RADIO

Shalom,

Di tengah perkembangan pesat media hiburan dan komunikasi saat ini,
radio tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Munculnya
berbagai stasiun televisi pun tidak memudarkan semangat masyarakat
untuk tetap mengikuti program acara yang ditawarkan para pengelola
radio. Bahkan, bukan hanya program acaranya saja yang mengikuti
perkembangan masyarakat, teknologi penyiaran pun terus bergerak.
Jika dulu radio hanya dapat didengarkan dalam area lokal saja,
sekarang sudah banyak radio yang memerluas jaringannya melalui
internet sehingga dapat didengarkan di seluruh penjuru dunia. Tentu
saja hal ini juga merupakan kesempatan besar untuk mengabarkan Kabar
Baik melalui media radio.

Kami mengajak Pembaca berkenalan dengan
situs-situs radio Kristen, baik itu yang menggunakan bahasa
pengantar Indonesia maupun yang berbahasa asing. Tidak hanya ulasan
situs, Anda juga dapat berkenalan dengan seorang penyiar radio yang
juga misionaris dan pendeta, Harapan kami, segala
informasi ini dapat membawa Pembaca semakin
mengenal media-media yang dapat digunakan untuk menyebarkan Kabar
Baik, terutama melalui radio.

Pilih salah satu radio yang ingin anda dengarkan yang sudah kami siapkan
dibawah ini

DALAM NEGERI
* Heartline FM
* KRISTUS KASIH
* El-Shaddai FM
* RHEMA FM

MANCA NEGARA
* SIDNEY`S 103.2
* SPIRIT FM
* THE JOY FM

catatan :anda harus mempunyai aplikasi salah satunya

* Windows media player
* Winam
* Jet audio

Lelaku Jalan Salib

Akibat dari reformasi gereja yang dilakukan oleh Martin Luther, John Calvin dan kawan-kawan, gereja protestan cenderung ‘lebih miskin’ dalam hal laku spritualitas, seperti yang dimiliki oleh gereja katolik. Ketika akan merayakan hari-hari besar gerejawi, pegiat gereja protestan kadang menemui kesulitan dalam merancang kegiatan. Sebagai contoh, pada saat menggelar ibadah Rabu Abu sebagai penanda masa pra paskah, gereja kami kesulitan merancang liturgi ibadah karena belum pernah memiliki tradisi ibadah ini.

Kegagapan serupa juga ditemui ketika Panitia Paskah akan merencang prosesi Jalan Salib pada ibadah Jum’at Agung tahun depan. Atas dasar itu, maka gereja kami memutuskan untuk belajar dari gereja Katolik yang telah lama memiliki tradisi ini. Kami memilih untuk berkunjung dan berziarah ke gereja katolik di Pohsarang.

Fajar hari Sabtu, tanggal 29 Nopember, belum menyingsing, namun kami sudah berkumpul di gereja. Setelah berdoa meminta pertolongan Tuhan, tiga mobil yang mengangkut 15 orang ke arah Solo. Jalan masih sepi. Sesekali kami menyalib truk-truk besar yang berjalan lambat. Sesampai di Pakis, mobil yang dikemudikan pak Bambang Murnanto berbelok kanan menuju arah Baki. Mereka akan lebih dulu mengantar Ny. Budi Nugroho Sulaiman ke Solo Baru. Sementara itu mobil yang saya tumpangi dan mobil yang dikemudikan pak Wim Seimahuira memilih lurus ke arah Kartasura dengan perhitungan jarak yang lebih dekat. Kami bersepakat untuk bertemu lagi di wilayah Perhutani Mantingan, untuk beristrahat sambil sarapan pagi. Namun perhitungan kami meleset. Ketika sampai di wilayah Palur, jalanan sudah sangat ramai oleh anak sekolah dan buruh pabrik. Akibatnya mobil hanya bisa merayap lambat. Rombongan pak Bambang Murnanto justru sampai lebih dulu di titik pertemuan.

Usai sarapan pagi, tanpa membuang waktu, kami melanjutkan perjalanan melewati Ngawi, Nganjuk, Madiun, Kediri, kemudian berbelok ke kanan ke arah Puhsarang. Sampai di lokasi, jarum jam menunjuk 11 (sebelas). Sebelumnya kami membayar retribusi Rp. 6.000,- untuk tiga mobil. Dari tempat parkir, kami harus berjalan meniti tangga sejauh 500 meter sebelum masuk pintu gerbang pertama. Pada bagian luar, berjajar warung sederhana. Yang unik, beberapa warung memutar lagu-lagu rohani dengan suara yang keras. Mungkin ini sebagai alat promosi untuk menarik minat pengunjung. Setelah itu, terdapat kios-kios yang menjual aksesoris kerohanian seperti salib, patung keluarga kudus, lilin, dan jerigen plastik. Untuk apa jerigen plastik? Untuk menampung air yang keluar di gua Maria Lourdess. Mungkin ini semacam air dari sumur Zam-zam yang diyakini umat muslim.

Kios itu juga menjual kaset, CD dan VCD rohani. Ketika saya amati sekilas, semua CD dan VCD yang dijual di sana, semuanya bajakan! Saya bertanya dalam hati:”Apakah orang-orang yang membeli CD atau VCD itu tidak tahu kalau perbuatan mereka ini termasuk pencurian? Lalu apa gunanya mereka beribadah di tempat ini?” Saya tidak menyalahkan para pedagang, sebab sesuai hukum ekonomi ‘ada permintaan maka ada penawaran.’ Seandainya setiap peziarah menyadari bahwa kesalehan yang mereka lakoni juga harus ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, —dalam hal ini mengemohi barang bajakan—tentunya tidak ada orang yang berminat menggandakan dan menjual barang bajakan itu.

Di ujung deretan kios, kami disambut oleh pintu gerbang yang terbuat dari batu kali. Bagian atas melengkung dan tergantung tulisan “Gua Maria Lourdess”. Begitu masuk, langsung terlihat atap bangunan yang mencolok. Bangunannya mirip pendopo dalam arsitektur Jawa, tetapi setelah diamati lebih dekat ternyata ada perbedaan dan keunikan. Berbeda dengan pendopo yang memiliki empat tiang (soko guru) di tengah, tiang pada bangunan ini justru ada keempat pojok bangunan. Atapnya ditutup menggunakan genting. Uniknya tidak diletakkan di atas kayu usuk, tetapi disusun di atas jaring-jaring kawat baja yang ditarik dan ditembatkan pada keempat tiang besi besar di setiap pojok. Dengan kata lain, bangunan ini mirip sekali dengan tenda di Timur Tengah. Rupanya perancang bangunan ini mendapat inspirasi dari kemah Tabernakel umat Israel. Jika dilihat dari bawah, atap bangunan ini seperti menggelantung pada bagian tengah (Jawa: ngelendhong). Mirip sekali kain tenda yang ditarik pada keempat ujungnya.

Setelah beristirahat sejenal di gedung serbaguna ini, kami berjalan ke area gua Maria. Pada sisi kiri terdapat tebing batu buatan yang sangat tinggi. Pada bagian paling kanan di tebing tersebut, terpasang patung bunda Maria yang snagat besar. Beberapa orang terlihat sedang berdoa dengan khusyuk. Ada pemandangan yang cukup menarik. Saya melihat beberapa perempuan memakai jilbab ada di sana. Entah untuk tujuan apa mereka di sana. Mungkin sekadar plesiran; atau mencari mukjizat kesembuhan; atau untuk tujuan lain. Entahlah, saya tidak sempat berbincang untuk bertanya maksudnya. Tapi setidak-tidaknya saya menangkap aura perdamaian dan cinta kasih di sana.

Tidak lama kami ada di sini, karena tujuan kami adalah ke lokasi Jalan Salib Bukit Golgota, yang ada di paling ujung. Lokasi ini diawali dengan gapura serupa di pintu masuk gua Maria. Begitu masuk lokasi, kami segera menyiapkan diri dalam keheningan. Gemerisik daun bambu yang tertiup angin dan bunyi batang-batang bambu yang bergesekan mewarnai keheningan. Kami memulai prosesi pada perhentian pertama: Yesus Dihukum Mati. Pada setiap perhentian, terdapat sebuah adegan yang menggambarkan peristiwa tersebut. Adegan-adegan yang digambarkan di tempat ini terbilang istimewa. Pada tempat-tempat peziarah yang lain, prosesi jalan salib biasanya digambarkan dalam wujud dua dimensi atau relief, namun di sini, penggambarannya dalam rupa tiga dimensi. Figur-figur dibuat dalam bentuk patung dengan ukuran yang sebenarnya.

Ada lima belas perhentian yang harus dijalani dalam prosesi jalan salib ini.

Perhentian I: Yesus Dihukum Mati;

Perhentian II:Yesus Memanggul Salib-Nya;

Perhentian III: Yesus Jatuh untuk Pertama kalinya di Bawah Salib;

Perhentian IV: Yesus Berjumpa dengan Ibu-Nya;

Perhentian V: Yesus Ditolong Simon dari Kirene;

Perhentian VI: Veronika Mengusap Wajah Yesus;

Perhentian VII: Yesus Jatuh untuk Kedua kalinya di Bawah Salib;

Perhentian VIII: Wanita-wanita Yerusalem Meratapi Yesus;

Perhentian IX: Yesus Jatuh untuk Ketiga kalinya di Bawah Salib;

Perhentian X: Pakaian Yesus Ditanggalkan;

Perhentian XI: Yesus Dipaku di Kayu Salib;

Perhentian XII: Yesus wafat di Kayu Salib;

Perhentian XIII: Yesus Diturunkan dari Salib;

Perhentian XIV: Yesus Dimakamkan;

Perhentian XV: Yesus Bangkit.

Arah prosesi ini melingkar searah jarum jam dan mendaki ke atas bukit. Pada puncak bukit terdapat Perhentian Keduabelas, yaitu Yesus tergantung di atas kayu salib. Setelah itu, arah pejalanan menurun hingga perhentian terakhir. Pada semua perhentian terdapat patung-patung seukuran manusia dewasa di Timur Tengah, namun pada perhentian terakhir hanya terdapat sebuah goa kuburan yang kosong. Di sampingnya ada batu besar penutup goa yang telah terguling.

****

Dokter Hendropriyono mengaku terkesan dengan prosesi jalan salib ini. Dia sudah lebih dari satu kali berziarah di Pohsarang ini. Tapi setiap kali datang, dia mengaku mendapatkan berkat rohani yang baru. Hal senada diungkapkan oleh ibu Roestanto. Janda pendeta ini juga sudah pernah berziarah di sini, tapi dia selalu merasa mendapat pembaharuan iman setiap kali berziarah di sini. Meski usianya sudah lanjut dan fisiknya sudah lemah, tapi ibu Roestanto masih bersemangat mengikuti proses ini hingga tuntas. Pada perhentian tertentu, dia terlihat menitikkan air mata.

***

Sekitar pukul dua siang, rombongan kami bergerak pulang. Sebelumnya kami mampir di kota Kediri untuk membeli oleh-oleh khas kota ini, yaitu Tahu Pong dan Tahu Takwa. Harganya Rp.1.000,-/besek, isinya 10 potong tahu. Oleh-oleh lain yang juga khas kota ini adalah kopi bubuk, gethuk pisang dan krupuk padang pasair (krupuk yang digoreng menggunakan pasir panas)..

Setelah menyantap makan siang, rombongan bergegas menuju kota Klaten. Perjanlanan pulang lebih lancar daripada keberangkatan. Selepas Maghrib, kami sudah memasuki kota Solo. Maki beristirahat sejenak untuk makan malam di lesehan Kotta Barat. Setelah itu meluncur ke Klaten. Sampai di rumah sekitar pukul delapan malam.

Hanya Pelayan Kecil

Hudson Taylor diundang sebagai pembicara di gereja Presbyterian yang besar di Melbourne, Australia. Sang moderator dalam acara itu mengenalkan missionaris dengan bersemangat. Kepada jemaat, dia mengatakan bahwa Taylor berhasil menjadi penginjil di negeri Cina. Dia menyebut Hudson Taylor sebagai "tamu kita yang termasyhur".

Ketika tiba giliran untuk berbicara, Taylor berdiri dan berdiam sejenak. Dia memulai khotbahnya dengan berkata, "Teman-teman yang terhormat, perkenalkan saya adalah pelayan kecil milik Tuhan yang termasyhur."

Menginjili itu Sederhana

Dr. Lewis Sperry Chafer, penginjil dan pendiri Dallas Theological Seminary, sedang berjalan sendirian ketika dia melihat penjaga lintasan kereta api yang duduk sendirian di posnya. Dia memerhatikan bahwa pria itu sedang membaca Alkitab ukuran besar untuk keluarga. Meskipun ada tulisan "Dilarang Masuk," terpampang di pintu pos itu, tapi Dr. Chafer tetap saja masuk pos itu untuk menyapa pria itu.

"Sedang apa, Pak?" tanya Dr. Chafer.

"Sedang membaca Alkitab," jawab pria itu.

"Apakah Bapak sudah diselamatkan?"

"Rasanya saya tidak pantas untuk diselamatkan."

Dr. Chafer berkata,"Pak, jika Tuhan bersedia memberi pengecualian pada Anda dan memberikan keselamatan, apakah Anda mau menerima pemberian itu?"

"Tentu Anda akan menganggap saya sebagai orang bodoh jika menolak pemberian seperti itu," jawab penjaga lintasan kereta api itu.

Chafer lalu meminta pria itu untuk membaca Yohanes 10:28. Cukup lama pria ini mencari ayat yang dimaksud, tapi akhirnya ketemu juga. Dia membaca, "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku"

Lalu Chafer meminta dia membaca Roma 6:23,"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita"

Pria ini terpana. Dia berkata,"Hai, orang asing. Saya tidak mengenal siapa Anda, tetapi Anda telah melakukan hal yang besar kepada saya."

Dengan lembut Chafer menjawab,"Apa yang saya lakukan kepada Anda? Saya sebenarnya telah menjebak Anda. Tadi Anda mengatakan bahwa jika pemberian itu ada, maka Anda mau menerimanya. Sekarang bagaimana?"

"Saya akan menerimanya sekarang juga" jawab penjaga lintasan itu. Maka Dr. Chafer mengajaknya berdoa bersama untuk mengundang Yesus sebagai Juruselamat pribadinya.

Ternyata mengabarkan Injil bisa dilakukan dengan sederhana, dalam kehidupan sehari-hari kita.

Pertobatan Ayah Howard Hendricks

Howard Hendricks, seorang hamba Tuhan kenamaan di Amerika Serikat menceritakan pertobatan ayahnya, sebagai berikut:

Telepon berbunyi. Pendeta muda dari Arlington, Virginia menelepon saya.

"Sedang apa, nih?" tanyanya.

"Sedang belajar," jawab saya.

"Apakah kamu sedang duduk?"

"Ya, kenapa?"

"Sore ini, ayahmu menerima Kristus."

"Apa? Jangan bercanda, ah!" teriak saya.

Saya hampir tidak percaya pada ucapannya mengingat pengalaman selama bertahun-tahun dengan ayah saya. Sejak saya menerima Kristus, ketika masih anak-anak, keinginan terbesar saya adalah supaya seluruh anggota keluarga saya ikut diselamatkan. Berkali-kali saya mengajak ayah berbicara tentang Injil, tetapi tanggapannya selalu tidak antusias. Saya sebenarnya tidak begitu dekat dengan ayah saya, tapi bagaimanapun juga dialah yang membentuk saya hingga menjadi seperti sekarang ini.


Ayah saya adalah seorang tentara. Dia telah bertempur di berbagai tempat di dunia. Setiap kali dia berangkat berperang, saya sangat mengkhawatirkan kepada kebutuhan rohaninya. Saya bersama keluarga saya selalu mendoakan dia. Namun setiap saat sikapnya selalu sama saja: "Nak, jangan mengkhawatirkan ayah. Ayah nanti akan bekerja sama dengan Tuhan"(dia merasa seolah-olah Tuhan itu bisa dimanipulasi seperti pegawai di Pentagon).

Tuhan lalu mengirimkan seseorang ke dalam hidupnya. Namanya Butch Hardman. Suatu hari, Butch sedang menunggu keberangkatan pesawat di Detroit. Seorang teman Butch menghadiahkan kaset yang isinya adalah khotbah saya. Temannya berkata pada Butch,"Pernah mendengar khotbah Hendricks? Sebaiknya kamu mendengarkan ini."

Di dalam kaset itu saya mengatakan tentang kebutuhan rohani ayah saya. Ketika mendengarkan itu Butch teringat pada ayahnya sendiri. Sebelum ayahnya meninggal, Butch bersyukur punya kesempatan membagikan kasih Kristus kepada ayahnya.

Beberapa bulan kemudian Butch menghadiri konferensi para pendeta di Philadelphia dimana saya diundang sebagai pembicara. Dia menjabat tangan saya setelah saya berbicara. Dari sinilah menjadi awal dari sebuah peristiwa luar biasa di Arlington.

Butch kembali ke Arlington. Ketika sedang menyopiri bis gereja setelah mengantar semua penumpangnya, Butch melihat ada seorang pria yang berdiri di sudut jalan. Wajah orang itu mengingatkannya pada wajah saya (Howard Hendricks). Dia meminggirkan bis dan menghampiri pria itu.

"Maaf kalau saya salah, tapi apakah Anda ayah dari Howard Hendricks?"

Pria itu terpana,"Hmmm...ya...apakah Anda murid anak saya?"

"Tidak. Tapi dia sudah membantu saya. Apakah Anda punya waktu untuk minum kopi sebentar saja?"

Pertemuan yang diatur oleh Roh Kudus itu segera berlanjut dengan persahabatan. Tapi Butch merasakan ayah saya menjadi curiga ketika mengetahui bahwa dia berteman dengan pendeta. Untuk itu, Butch tidak segera mengundang ayah saya untuk datang ke gerejanya. Dia hanya mampir ke tempat tinggalnya sepulang dari kantor untuk minum kopi. Meskipun tidak tahan pada asap rokok ayah saya, tapi dia berusaha menyabarkan diri. Termasuk ketika harus mendengarkan pengalamannya bertempur yang seolah tak ada habis-habisnya. Lama-kelamaan Butch mengetahui bahwa ayah saya ternyata menderita kanker tenggorokan yang sudah parah.

Beberapa bulan berikutnya, Butch berada di sisi tempat tidur ayah. "Pak. Hendricks, Saya akan pergi untuk beberapa lama ke Tanah Suci di Yerusalem. Sebelum itu, bolehkah saya menceritakan sesuatu pada Anda?"

Ayah setuju. Butch mulai menceritakan percakapan antara Yesus dengan Nikodemus yang ditulis dalam kitab Yohanes. Singkat kata, ayah menerima ajakan Butch untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatnya. Tiba-tiba ayah saya bangun dari tempat tidurnya dan berdiri dengan sempurna sambil memberi hormat. "Sekarang saya berada di bawah Komandan yang baru!" Malam itu juga Butch menelepon saya di Dallas, memberitakan kabar gembira ini.

Terakhir kali saya melihat ayah, saya hampir tidak percaya bahwa dia adalah pria yang saya kenal dulu. Meskipun tubuhnya sudah kurus kering, tetapi wajahnya bersinar mencerminkan rohnya yang menyala-nyala.

Saat ayah saya meninggal, dia berpesan supaya Butch Hardman yang memimpin upacara penguburun dengan cara kemiliteran di Arlington . Dalam khotbahnya, Butch menyampaikan Injil Yesus kepada anggota keluarga dan militer yang melayat. Saat tembakan salvo dilepaskan, saya tahu bahwa Tuhan telah mendengar doa saya selama 42 tahun.

Cerita di Balik Layar Ben Hur

Jika Anda lahir sekitar tahun 1950-an, mungkin Anda mengenal kisah Ben Hur. Karya klasik ini ditulis oleh seorang Jenderal bernama Lew Wallace, tahun 1899. Kemudian diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Charleton Heston, yang memenangkan piala Oscar untuk film terbaik pada tahun 1959. Film yang mengharukan ini menceritakan tentang kasih, penderitaan, dan pergumulan antara kebaikan melawan kejahatan.

Ceritanya, Judah Ben Hur, yang menjadi tokoh utama dalam film ini sejak kecil bersahabat dengan, Marsalla. Judah adalah keturunan Yahudi, sedangkan Marsalla, tidak. Judah berasal dari keluarga yang sangat kaya di Jerusalem. Sedangkan Marsalla adalah tentara Romawi yang punya karir cemerlang. Dia kembali ke Yerusalem sebagai perwira. Saat itu Romawi sudah menguasai Yerusalem.

Suatu hari, tentara Romawi mengadakan pawai untuk unjuk kekuatan. Kemudian terjadi insiden yang akan mengubah hidup Judah Ben Hur. Tiba-tiba ada bata yang jatuh dari lantai atas rumah Judah Ben Hur. Celakanya, bata itu mengenai penguasa Roma. Kontan saja, tentara Romawi menyerbu masuk dan menggelandang keluar Judah Ben Hur. Dia dipaksa menjadi budak di sebuah kapal perang Romawi. Marsalla sebenarnya tahu bahwa peristiwa itu bukan kesengajaan dan dia bisa membebaskan sahabatnya itu. Akan tetapi Marsalla sudah dibutakan oleh kekuasaan. Sementara itu, ibu dan adik perempuan Judah juga dijebloskan ke dalam penjara di Yerusalem.

Judah menjadi sangat membenci Marsalla. Selama di dalam lambung kapal, sambil mengayuh dayung dia bersumpah untuk bertahan hidup dan kembali ke Yerusalem. Dia bertekad akan membebaskan ibu dan adiknya. Menjadi budak di dalam kapal biasanya berlangsung bertahun-tahun. Judah sudah mendayung selama tiga tahun, ketika terjadi pertempuran di laut yang hebat. Kapalnya tenggelam. Dia bisa bertahan hidup, bahkan bisa menyelamatkan Komandan kapal. Sebagai ucapan terimakasih, komandan itu membebaskan dia dari perbudakan dan mengangkatnya sebagai anak. Komandan ini adalah seorang Perwira laut tingkat tinggi dan sangat kaya.

Ben Hur kembali ke Yerusalem sebagai seorang pemuda yang kaya. Dia mencari Marsalla, yang mengira dirinya sudah mati. Ben Hur menuntut Marsalla supaya membebaskan ibu dan adiknya. Marsalla pergi ke penjara, tetapi mendapati bahwa mereka terkena penyakit kusta. Karena itu, dia lalu membawa kedua wanita itu ke tempat pengasingan untuk orang kusta di luar Yerusalem. Marsalla berbohong pada Ben Hur dengan mengatakan bahwa ibu dan adiknya sudah mati. Hal ini membuat kebencian Ben Hur pada Marsalla semakin besar. Di dalam sebuah balapan kereta, yang diikuti oleh dua orang yang dulu bersahabat ini, terjadi persaingan sengit antara Marsalla dan Judah Ben Hur. Akhirnya, Marsalla terbunuh. Sebelum meninggal dia mengaku pada Ben Hur tentang keadaan ibu dan adik Ben Hur.

Kebencian Judah sudah tidak jelas ditujukan pada siapa lagi. Dia hidup dalam kepahitan. Akhinya dengan putus asa, dia menemui ibu dan adiknya dan membawanya pergi pada Yesus. Saat itu Yesus melakukan banyak mukjizat. Akan tetapi ketika sampai di Yerusalem, mereka mendapati Yesus sudah disalib. Pupus sudah harapan mereka. Mereka sudah pasrah. Tapi tiba-tiba terjadi gemba bumi di kota itu dan secara ajaib ibu dan adik Ben Hur sembuh dari penyakit lepra. Mengalami hal itu, Judah bersama ibu dan adiknya menjadi beriman kepada Yesus.

Hmmm...sebuah kisah yang menggetarkan bukan? Tapi masih ada kisah di balik layar film ini yang tidak kalah menggetarkan juga. Penulis kisah ini, Lew Wallace, sebelumnya sebenarnya adalah penentang kekristenan. Dia lalu bertekad mempelajari kehidupan Kristus, bukan untuk menjadi Kristen, melainkan justru untuk mencari kelemahan-kelemahannya. Dia bermaksud membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, melainkan hanya manusia biasa. Dia ingin mencari fakta bahwa Yesus tidak pernah bangkit dari kematian-Nya.

Karena itulah dia melakukan penelitian dengan sungguh-sungguh. Dia begitu asyik mencari bukti-bukti hingga akhirnya justru bukti-bukti itu yang berbalik meyakinkan dia bahwa Yesus memang Tuhan. Dia berlutut dan meminta Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya. Dia batal menulis buku yang membuktikan Yesus itu bukan Tuhan. Dia justru menulis kisah Ben Hur, untuk membuktikan bahwa Yesus memang Tuhan.

Seorang Pemuda dengan Ransel di Punggungnya

Tidak biasanya udara dingin berembus pada bulan Mei. Musim semi sebenarnya sudah datang. Akan tetapi hawa dingin Utara telah membuat Indiana, Amerika Serikat mengalami musim dingin lagi. Saya sedang duduk di dalam restoran dekat jendela bersama bersama dua teman. Makanannya lumayan enak.

Saat kami sedang asyik ngobrol, tiba-tiba perhatian saya beralih ke seberang jalan. Saya melihat ada seorang pria yang menggendong Ransel di punggungnya. Dia membawa sebuah tulisan yang berbunyi, "Saya mau bekerja untuk mendapat makanan." Batin saya tersentak. Saya menunjukkan itu pada teman-teman saya. Mereka berhenti makan sejenak untuk memerhatikan arah yang saya tunjukkan. Mereka menggeleng-gelengkan kepala sambil menunjukkan rasa iba. Kami meneruskan makan, tapi bayangan orang itu masih menggelitik pikiran saya. Usai makan, kami lalu berpisah jalan.

Saya buru-buru membayar makan dan keluar dari restoran, lalu menjalankan mobil pelan-pelan untuk mencari-cari pemuda asing itu, tetapi saya tidak menemukannya. Saya memutuskan untuk mampir di toko untuk membeli sesuatu. Saat kembali ke mobil, Roh Kudus berbisik: "Jangan kembali ke kantor dulu. Jelajahi kota ini sekali lagi." Begitulah, dengan penasaran saya kembali ke kota. Ketika saya sampai di simpang empat yang ketiga, saya melihat pria itu berdiri di tangga depan gereja sambil meletakkan ranselnya.

Saya memparkirkan mobil dan menemuinya. "Apakah Anda mencari pendeta?" tanya saya.

"Nggak juga," jawabnya," saya hanya beristirahat."

" Apakah Anda sudah makan?"

"Tadi pagi sudah sarapan."

"Mau nggak makan siang bersama saya?"

"Apakah Anda punya pekerjaan untuk saya?"

"Nggak ada, karena saya me-neglaju di kota ini untuk bekerja, tapi saya ingin mengajak Anda makan siang."

"Boleh," jawabnya sambil tersenyum.

Dalam perjalanan ke rumah makan, saya bertanya, "darimana asal Anda?"

"St. Louis."

"Sudah kemana saja?"

"Oh, kemana saja. Tapi kebanyakan di Florida."

"Sudah berapa lama berkelana seperti ini?"

"Empat belas tahun," jawabnya.

Saya yakin bertemu dengan orang yang luar biasa. Kami duduk berhadap-hadapan di restoran yang saya kunjungi tadi. Dari wajahnya, menandakan usianya sekitar 38 tahun. Tatapan matanya cerah. Dia berbicara dengan bersemangat. Saat membuka jaketnya, tampaklah tulisan di kaosnya:"Yesus adalah Kisah Tiada Akhir."

Namanya Daniel. Dia lalu menceritakan kisah hidupnya. Ketika masih muda dia telah membuat pilihan hidup yang keliru, sehingga harus mengalami banyak penderitaan. Namun hidupnya berubah ketika ketika sedang berkelana dan sampai di pantai Daytona. Dia mencoba minta pekerjaan pada seorang pria yang sedang mendirikan tenda besar. Dia pikir, orang itu sedang menyiapkan konser musik. Dia mendapat pekerjaan.tapi sesungguhnya tenda itu bukan untuk konser, melainkan untuk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Dalam kebaktian itu, dia bertobat dan menyerahkan hidup pada Kristus.

"Sejak saat itu, saya berubah, "katanya," tapi saya merasa Tuhan menghendaki saya tetap berkelana. Dan itulah yang saya lakukan selama empat belas tahun ini."

"Apakah pernah terpikirkan untuk berhenti?" tanya saya.

"Pernah sekali. Saat itu saya merasa cocok sekali dengan tempat itu. Tapi Tuhan memberiku panggilan ini. Saya membagi-bagikan Alkitab. Sebenarnya itulah yang ada di dalam ransel saya. Saya bekerja apa saja supaya bisa membeli makanan dan Alkitab. Saya membagikan Alkitab ini menurut pimpinan Roh Kudus."

Saya terpana. Orang yang kelihatan seperti gelandangan ini ternyata bukan tunawisma. Pria ini punya misi dan hidup dengan pilihan itu. Saya terdiam beberapa saat. Kemudian saya bertanya lagi, "Bagaimana rasanya, sih?"

"Rasanya, apa?"

"Berjalan-jalan di kota sambil membawa semua barang Anda sambil membawa tulisan itu."

"Awalnya saya merasa malu sekali. Orang-orang menatap saya dengan aneh, lalu saling berbisik. Suatu kali ada orang yang melemparkan roti bekas gigitannya pada saya. Dari raut mukanya, saya melihat dia merasa jijik pada saya. Akan tetapi dia berubah menjadi baik sekali saat tahu bahwa saya sedang dipakai Tuhan untuk menjangkau dan mengubah orang-orang yang hidupnya seperti saya dulu."

Kami selesai makan. Di pintu keluar, dia berhenti sejenak. Dia berpaling pada saya dan berkata: "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan"

Saya terharu.

"Apakah Anda memakai Alkitab versi lain?" tanya saya. Dia mengaku cenderung memilih terjemahan tertentu karena tidak terlalu tebal sehingga ringan dibawa berpergian. Dia menunjukkan Alkitab pribadinya. "Saya sudah membacanya sebanyak 14 kali,"katanya.

"Bagaimana Anda bisa sampai di kota ini?"

"Saya melihat ada peta kecil di balik karcis parkir."

"Apakah Anda punya tujuan untuk bekerja di sini?"

"Nggak juga. Saya cuma merasa mendapat dorongan harus datang ke sini. Saya merasa bahwa ada seseorang di kota ini yang membutuhkan Alkitab." Dia tersenyum penuh kehangatan. Wajahnya memancarkan roh ketulusan dalam pelayanannya. Saya mengantarnya kembali ke tempat kami bertemu tadi. Hujan mulai turun. Ketika saya memarkirkan mobil, dia mengambil sesuatu dari ranselnya. "Maukah Anda menanda-tangani buku catatan saya," katanya,"buku ini berisi tulisan kesan-pesan orang-orang yang saya temui."

Saya menuliskan di buku kecilnya bahwa komitmen dan panggilannya telah menyentuh hidup saya. Saya mendorongnya untuk tetap kuat dalam pelayanan. Saya lalu menuliskan ayat dari Yeremia: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu," demikianlah firman TUHAN, "yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

"Terimakasih sobat," katanya "saya tahu kita baru saja berkenalan dan kita belum begitu saling mengenal, tapi saya mengasihi Anda"

"Saya tahu," kata saya," saya mengasihi Anda juga.

"Tuhan itu baik."

"Tepat sekali. Saya ingin memeluk Anda."

Maka di pojokan jalan yang sibuk dan di bawah hujan lebat, saya berpelukan dengan teman baru saya.

Dia lalu menggendong ranselnya sambil berkata,"Sampai jumpa di Yerusalem Baru." "Ya, saya pasti ada di sana," jawab saya.

Dia mulai perjalanan lagi. Dia berhenti sejenak dan berpaling pada saya. "Jika Anda melihat sesuatu dan teringat pada saya, maukah Anda berdoa untuk saya?" teriaknya dari kejauhan.

"Ya, itu pasti," jawab saya sambil berteriak.

"Tuhan memberkati."

"Tuhan memberkati."

Itulah terakhir saya melihat dia.

*******

Malam itu saat saya pulang dari kantor, angin berhembus dengan kuat. Hawa dingin menerpa wajah saya. Saya buru-buru masuk mobil saya. Ketika saya meraih rem tangan, saya melihat ada sepasang sarung tangan coklat yang tergeletak di tongkat rem itu. Saya tahu ini milik Daniel.

Saya teringat kata-katanya: "Jika Anda melihat sesuatu dan teringat pada saya, maukah Anda berdoa untuk saya?" Saat ini, sepasang sarung tangan itu berada di meja kantor saya. Benda itu selalu mengingatkan saya paada teman saya yang unik itu dan berdoa untuk pelayanannya: "Sampai jumpa di Yerusalem Baru." Ya, Daniel, kita pasti bertemu di sana.